PHP Bupati Samosir: Saksi Pasangan Rap-Berjuang Ungkap Pembagian "Togu Togu Ro" | VPS and VPN
Web Hosting
PHP Bupati Samosir: Saksi Pasangan Rap-Berjuang Ungkap Pembagian "Togu Togu Ro"

PHP Bupati Samosir: Saksi Pasangan Rap-Berjuang Ungkap Pembagian "Togu Togu Ro"



JAKARTA, HUMAS MKRI – Sidang pembuktian perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Bupati Samosir Tahun 2020 digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (25/2/2021) pagi. Sidang Perkara Nomor 100/PHP.BUP-XIX/2021 diajukan Pasangan Calon Nomor Urut 3 Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga (Rap-Berjuang). Pasangan ini menghadirkan sejumlah saksi untuk didengar keterangannya dalam persidangan yang digelar secara daring.

Saksi Pemohon bernama Iccan P. Sinaga mengungkapkan terjadinya politik uang saat Pilkada Samosir Tahun 2020. Ketika itu ia menjadi anggota Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 2 Vandiko Gultom dan Martua Sitanggang (Pihak Terkait). Pada Oktober 2020, Iccan mengikuti pertemuan yang dipimpin oleh Ober Gultom, ayah kandung Vandiko (calon nomor urut 2). Dalam pertemuan itu dibahas tentang sistem pembagian togu togu ro (uang) untuk para pemilih paslon nomor urut 2.

“Kemudian pada November 2020, barulah dilaksanakan pembagian togu togu ro di rumah Bapak Ridwan Sejabat. Saya turut hadir di sana, sekaligus kampanye oleh tim pemenangan paslon nomor urut 2. Ada 200 orang yang menerima togu togu ro. Termasuk saya, istri saya dan orangtua saya menerima uang, masing-masing sebesar Rp 600 ribu,” ujar Iccan kepada Majelis Hakim yang dipimpin Wakil Ketua MK Aswanto didampingi Hakim Konstitusi Suhartoyo dan Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh.

Selanjutnya saat hari pencoblosan 9 Desember 2020, Iccan ditelepon oleh tim pemenangan paslon nomor urut 2, mengajak para pemilih yang ingin menerima togu togu ro asalkan memih paslon nomor urut 2. Alhasil Iccan mendapatkan tiga pemilih yang bersedia, dengan bukti foto surat suara dan video usai pencoblosan di Desa Tomok Induk.

Saksi Pemohon berikutnya, Rumondang Lumban Siantar menuturkan dirinya pernah didatangi tim sukses Pihak Terkait yang menawarkan uang Rp 600 ribu agar memilih paslon nomor urut 2, namun ditolak Rumondang. Setelah itu tim sukses Pihak Terkait datang kembali menawarkan uang kepada keluarga Rumondang dan diterima anaknya. Kemudian, kabar pemberian uang tersebut bocor ke masyarakat umum sehingga sang anak diancam akan dipenjarakan oleh tim sukses Pihak Terkait.

( Selengkapnya baca di laman mkri.id : )

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *